Judul diatas merupakan buah karya dari Ghufron Hasan
buku tersebut hanya kurang satu hari sudah saya selesaikan. dari penerbit REPUBLIKA dengan total halaman 174 .
beberapa tahun yang lalu sempat terbesit sebuah pertanyaan, banyak orang yang melakukan sholat (termasuk saya) bahkan bukan cuman sekedar yang fardu saja tapi juga sunnah nya baik yg muakkad atau ghoiru muakkad tapi kenapa masih suka melakukan maksiat??
bukan kah sudah jelas dalil nya dari Q.S. Al-Ankabuut ayat 45 berbunyi 'Inna sholata tanha 'anil fahsa iwal munkar'. (sesungguh nya sholat itu bisa mencegah/menjauhi dari perbuatan yang keji dan munkar)??.
dan ternyata buku yg dibuat oleh alumnus IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini (sekarang menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Tangerang), sangat membantu untuk menemukan atas jawaban jawaban dari pertanyaan saya tadi.
ada 10 Bab yang dipaparkan dari buku tersebut
Bab 1 .Aku dan Evolusi kesadaran .
menjelaskan tentang Fitrah manusia itu sendiri yang senantiasa ingin serba tahu dan akhirnya dari sebuah pembelajaran menjadi tahu.
Bab 2 Aku bertanya Tentang Sholatku.
seperti "prolog" yg sdh saya singgung "kenpa kita melakukan sholat tapi masih suka maksiat?? istilah guyonanya adalah STMJ (sholat Terus Maksiat Jalan). dibagian ini penulis memaparkan mengenai penting nya "Ruh" pada sholat agar Sholat kita berdampak pada kehidupan sehari hari.
Bab 3 Adzan; Kerinduanku Terpanggil.
Ketika Adzan berkumandang Respon kita sebagai muslim sangat beragam, ada yg responsif dalam artian segera bergegas mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat tapi tidak banyak yang merespon biasa biasa saja dan cuek dengan rutinitas nya masing-masing dan bagi mereka yang menganggap sholat sebagai "ajang" aktifitas pertemuan antara Mahluk dg Sang Khaliknya maka Adzan merupan suatu senandung indah supaya Umat Muslimin segera bergegas memenuhi Rukun Islam kedua tersebut. dan bukankah Nabi sendiri pernah berkata dengan salah satu sahabatnya Bilal bin Rabah?? " Yaa Bilal Arihna Bi Shalaah"
Bab 4 Aku perangi malasku dengan Wudhu.
Wudhu merupakan aktifitas atau syarat sebelum melaksanakan shalat. karena wudhu merupakan hal yang tidak terpisahkan dari shalat maka sebelum melaksanakan kewajiban shalat hendaknya Musholi memperhatikan wudhu nya dan dimaknai sebagai pensucian jiwa sebelum menemui sang Khalik.
Bab 5 Bacaan Shalatku tak sekedar Ucapan.
karena setiap bacaan dalam sholat sangat bermakna sekali artinya bahkan beberapi dari rukun Qauli ini diambil dari bagian Alqur'an salah satu nya adalah Bacaan Suratul Fatihah.
Bab 6 Gerak Shalatku tak sekedar gerakan.
seperti halnya Bacaan shalat, gerakanya pun memiliki makna filosofi seperti Takhbiratul Ikhram disamping memiliki makna pengharaman hal hal didalam sholat seperti berbicara, makan dsb juga memiliki makna yang lebih dalam lagi yaitu MENGHARAMKAN DETAKAN HATI UNTUK BERKELANA KE ALAM MATERI DAN LALAI AKAN ALLAH. makna rukuk merupan simbol penghormatan kepada Dzat yang maha Agung. dan makna dari sujud merupakan simbol kepatuhan tertinggi, sebab manusia dan kepala nya berada di posisi paling bawah,paling rendah dan hina,seperti kita sedang mencium kaki dalam kondisi kita sedang mengakui kebesaran orang lain dan menghinakan diri sendiri.
Bab 7 kekhusyuhanku;hujan turun karena Air yang menguap.
penulis menganalogikan sholat khusyu dengan hujan yang kurang lebih penjelasanya seperti berikut ini : Air hujan dibentuk dari gumpalan awan hasil dari air laut yang menguap. dari bumi naik ke langit, lalu turun kembali ke Bumi. sudah paham kan maksudnya?? hehe ..
di bab ini penuls juga memberikan tips agar bisa mendirikan sholat dengan khusyu salah satu nya yaitu dengan menerapkan sholat ala Nabi .
Bab 8 Kepasrahanku dalam sholat.
seperti hanya ibadah yang lain demikian pun dengan sholat yang memerlukan totalitas. makna "kepasrahan" disini menurut penulis yang sedikit saya bisa pahami adalah saat shalat hendaknya kita menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada sang khalik dan menghilangkan ke "aku' an diri yang bisa "membelenggu" diri Mushali entah berupa ingatan2 duniawi sehingga sholat menjadi tenang dan bisa kita "nikmati" .
Bab 9 Shalat telah kutunaikan,sajadah panjang membentang.
pada bab ini penulis lebih menekankan perbuatan manusia setelah menjalankan shalat "sajadah panjang" disini diartikan kita mengaplikasikan sholat kita baik dari makna dan filosofi ucapan sholat dan gerakanya kepada kehidupan sehari hari.
Bab 10 Sholatku, akhlak muliaku.
Akhlak mulia yang dimaksud disini terkait hubungan manusia dengan Allah (Tauhid dan Ubudiyah), hubungan manusia dengan diri sendiri,dan hubungan manusia dengan mahluk (malaikat,Jin,Manusia dan Alam). menurut penulis Shalat yang dilaksanakan dengan benar sesungguhnya membentuk ketiga akhlak (mulia) diatas
mengenai ketiga akhlak tersebut lebih detailnya bisa dibaca di pelajaran Akidah dan Akhlak.
kesimpulan.
Shalat merupakan cerminan diri kita. jika kita benar menjalankan shalat baik dari segi wudhu, gerakan dan ucapanya serta memaknai setiap rukun rukun sholat dan mengaplikasikan pada aktivitas sehari hari maka shalat yang kita laksanakan bukan sekedar ritual belaka melainkan spiritual yang tentunya ber efek kepada kemuliaan kepribadian kita. dan disinilah salah satu letak dari point "sholat dapan mencegah perbuatan yang keji dan munkar".
Wallahu A'lam
Minggu, 25 September 2016
Kamis, 28 Juli 2016
Si Brayy
Membaca salah satu tulisan Salah satu Blogger terfavorit tentang "saudara ketemu gede" nya, langsung mengingatkan saya pada sosok sahabat yang tinggal di Bumi Parahyangan Bandung: Indra Novianto Fauzi nama lengkapnya dan kami hanya saling memanggil "Bray" kecuali kalau saya sedang kesal karena kebiasaan ngaretnya , baru saya memanggil nama lengkapnya. hahaha ..
kami bertemu saat sama - sama sedang belajar ngaji Qur'an , pada bulan Mei 2010. bedanya Si Bray Tahfidz sedangkan saya masih Tahsin dan beda nya lagi Si Bray santri mukim sedangkan saya hanya santri "ekstention" yg hanya bisa hadir di setiap weekend .
pertemanan kami terjalin seperti layaknya pertemanan kaum pria lainya yang mengalir begitu saja, natural dan apa adanya. meski usia kami terpaut lumayan tapi tak pernah sedikitpun terlontar dari mulut Si Bray panggilan Kang,Aa,Mas,Bang (apalagi Om hadeuhhh..) atau sejenisnya dan itulah yang saya suka ketika bergaul dengan teman yang usianya lebih muda ketimbang saya, karena panggilan2 tersebut merasa diri Saya jauh lebih tua meskipun fakta nya IYA :D
selama 6 Tahun menjalin persahabatan dengan Si Bray banyak sekali aktifitas - aktifitas yang kita lakuin bersama disamping belajar ngaji tadi yaitu: Touring Tahunan (biasa diadakan pasca lebaran) dan beberapa kali pendakian.
dan berikut merupakan beberapa dokumentasi nya
saat Touring ke 3 provinsi (Jawabarat,Jawa Tengah, D.I.Y Yogyakarta) pada tahun 2012 pasca lebaran
Saat Touring ke Pantai Pameumpeuk Garut
Saat Touring n Tracking ke Gunung Prau Dieng Wonosobo Jawa Tengah Agustus 2014
Masih Touring ke Pameumpek Garut Jawa Barat tahun 2010
Saat melakukan pendakian bersama di Gunung Merapi Tertinggi ke dua se Indonesia (Mt.Rinjani Nusa Tenggara Barat) pada Bulan Agustus 2014
yahh .. seperti itulah gambaran persahabatan saya dengan Si Bray. seperti dalam sebuah pepatah Arab "syartul Murofaqoh, Muaffaqoh" yg artinya syarat sebuah persahabatan adalah adanya saling kecocokan" dan bisa jadi kita memiliki kecocokan dalam banyak hal. dan beberapa kecocokan kami diantaranya mungkin seperti berikut ini :
Si Bray punya motor dan bisa naik motor tapi minim dana. sedangkan saya gak punya motor dan gak bisa naik motor tapi ada dana maka jadilah kita touring bareng
Si Bray fisik nya kuat buat naik gunung dan lihai dengan track - track nya sedangkan Saya kurang kuat naik gunung dan suka stress dengan track - track yang susah
(yang kedua terkesan memaksakan hehe ..)
dan selama beberapa kali kita melakukan adventure bersama banyak sekali sikap - sikap Si Bray yang membuat saya merasa sangat terkesan.
1. saat saya mengalami gejala hypothermia di gunung Pangrango Si Bray yang paling sibuk ngurusin saya dan molesin hot cream sebadan2 kata Si Bray " biar badan lo hangat"
2. saat saya tepar dan kedinginan di Danau Segara Anak Rinjani Si Bray memakaikan sleeping bag nya yang lebih tebal buat saya saat saya sedang mulai tertidur
3. hampir disetiap pendakian Si Bray yang slalu membawakan logistik dan peralatan saya, sedangkan saya hanya membawa perlengkapan pribadi dan cemilan saja
dan masih banyak lagi ...
dan sampai sekarang meskipun dia sudah berekeluarga dan punya baby sikap dan perhatianya ke saya sama sekali tidak berubah, dua minggu yang lalu waktu saya hendak berencana melakukan solo tracking ke bukit Manglayang saya WA ke dia terlebih dahulu.
"Bray klo ke Manglayang naik nya dari mana sih? mau nyobain solo tracking mumpung libur kuliah"
"manteep..lewat cibiru/cileunyi..kapan lo mw naek nya??"
setelah saya browsing ..
"ternyata belakang Unpad ya bray? besok (sabtu) insya Allah.. berarti dari cileunyi kearah jatinangor kan ya?? klo dari cibiru kemana lagi bray?"
"dari cibiru aja biar dekett..,oia coba ajakin Rezaa .. kaya'nya masih libur kuliah juga..dia tau jalanya .."
"mnt no.hp nya aja blh bray? hoyong solo tracking euyy heee.."
" ohh gtuhh..yaudah ntar gue anter sampe kaki bukit nyaa.."
emotikon shock
"emang dari tempat lo deket bray?"
"yaa lumayan lah 30 menitan klo lancarr.. " (padahal 40 menitan itu sudah ngebut bgt dia )
"klo gak slah nyampe puncaknya 3 jaman " lanjutnya
dst ..
seperti cerita bloger yang tidak ada maksud merepotkan kawanya begitupun saya. dan bener saja dia selalu nanyain saya " jadi nggak??, berangkat jam berapa?? sampe dimana?? jalanya lancar??' dan sederetan pertanyaan lainya. kadang saya sering berfikir "nih anak lebay banget responya,
"klo gw ke bandung gw harus ngabarin ke dia, kalau gw di bandung dia selalu nanya "Lo sama siapa"? nginep dimana?" "tunggu disitu ya nanti gw jemput" saking kesel nya kadang saya pengen bilang ke Si Bray " woiii emang di Bandung temen gue cuman Lo doang?? santai aja kaliii " hahahaha.. tapi saya mencoba berfikir positif mungkin itu bagian dari ungkapan perhatianya Si Bray ke sahabat nya
next ..
benar saja dia menjemput Saya di Cileunyi dan nganterin saya sampai ke batu kuda,
sebelum saya mulai tracking dia sibuk memeriksa bawaan saya lalu mempacking ulang sehingga bawaan yg tadi sedikit berantakan jadi tersusun lebih rapi
" Lo nanti pulang jam berapa??"
"paling agak sorean Bray"
"kabarin ya klo sudah mau pulang nanti gue jempt lagi"
"lahh ... Lo kan di rumah sedang ada Baby ?? "
" uda gak apa2 bisa ditinggal kok"
" ya uda lah terserah lo"
"kuat gak nih bawa nya??" tanya si Bray sambil mengangkat keril saya
" ya elah segini doang mosok gak kuat" pura2 meyakinkan si Bray padahal dalam hati berbisik "gue kuat gak ya" hehe ..
" ya uda ayo gue antar sampe atas situ"
more and more
seperti pepatah bilang "seringkali seorang teman jauh lebih dekat ketimbang saudara"
kami bertemu saat sama - sama sedang belajar ngaji Qur'an , pada bulan Mei 2010. bedanya Si Bray Tahfidz sedangkan saya masih Tahsin dan beda nya lagi Si Bray santri mukim sedangkan saya hanya santri "ekstention" yg hanya bisa hadir di setiap weekend .
pertemanan kami terjalin seperti layaknya pertemanan kaum pria lainya yang mengalir begitu saja, natural dan apa adanya. meski usia kami terpaut lumayan tapi tak pernah sedikitpun terlontar dari mulut Si Bray panggilan Kang,Aa,Mas,Bang (apalagi Om hadeuhhh..) atau sejenisnya dan itulah yang saya suka ketika bergaul dengan teman yang usianya lebih muda ketimbang saya, karena panggilan2 tersebut merasa diri Saya jauh lebih tua meskipun fakta nya IYA :D
selama 6 Tahun menjalin persahabatan dengan Si Bray banyak sekali aktifitas - aktifitas yang kita lakuin bersama disamping belajar ngaji tadi yaitu: Touring Tahunan (biasa diadakan pasca lebaran) dan beberapa kali pendakian.
dan berikut merupakan beberapa dokumentasi nya
saat Touring ke 3 provinsi (Jawabarat,Jawa Tengah, D.I.Y Yogyakarta) pada tahun 2012 pasca lebaran
Saat perjalanan pendakian bersama ke Gunung Merapi tertinggi se Indonesia (Mt. Kerinci, Jambi) pada bulan Mei 2014
Masih Touring ke Pameumpek Garut Jawa Barat tahun 2010
Saat melakukan pendakian bersama di Gunung Merapi Tertinggi ke dua se Indonesia (Mt.Rinjani Nusa Tenggara Barat) pada Bulan Agustus 2014
yahh .. seperti itulah gambaran persahabatan saya dengan Si Bray. seperti dalam sebuah pepatah Arab "syartul Murofaqoh, Muaffaqoh" yg artinya syarat sebuah persahabatan adalah adanya saling kecocokan" dan bisa jadi kita memiliki kecocokan dalam banyak hal. dan beberapa kecocokan kami diantaranya mungkin seperti berikut ini :
Si Bray punya motor dan bisa naik motor tapi minim dana. sedangkan saya gak punya motor dan gak bisa naik motor tapi ada dana maka jadilah kita touring bareng
Si Bray fisik nya kuat buat naik gunung dan lihai dengan track - track nya sedangkan Saya kurang kuat naik gunung dan suka stress dengan track - track yang susah
(yang kedua terkesan memaksakan hehe ..)
dan selama beberapa kali kita melakukan adventure bersama banyak sekali sikap - sikap Si Bray yang membuat saya merasa sangat terkesan.
1. saat saya mengalami gejala hypothermia di gunung Pangrango Si Bray yang paling sibuk ngurusin saya dan molesin hot cream sebadan2 kata Si Bray " biar badan lo hangat"
2. saat saya tepar dan kedinginan di Danau Segara Anak Rinjani Si Bray memakaikan sleeping bag nya yang lebih tebal buat saya saat saya sedang mulai tertidur
3. hampir disetiap pendakian Si Bray yang slalu membawakan logistik dan peralatan saya, sedangkan saya hanya membawa perlengkapan pribadi dan cemilan saja
dan masih banyak lagi ...
dan sampai sekarang meskipun dia sudah berekeluarga dan punya baby sikap dan perhatianya ke saya sama sekali tidak berubah, dua minggu yang lalu waktu saya hendak berencana melakukan solo tracking ke bukit Manglayang saya WA ke dia terlebih dahulu.
"Bray klo ke Manglayang naik nya dari mana sih? mau nyobain solo tracking mumpung libur kuliah"
"manteep..lewat cibiru/cileunyi..kapan lo mw naek nya??"
setelah saya browsing ..
"ternyata belakang Unpad ya bray? besok (sabtu) insya Allah.. berarti dari cileunyi kearah jatinangor kan ya?? klo dari cibiru kemana lagi bray?"
"dari cibiru aja biar dekett..,oia coba ajakin Rezaa .. kaya'nya masih libur kuliah juga..dia tau jalanya .."
"mnt no.hp nya aja blh bray? hoyong solo tracking euyy heee.."
" ohh gtuhh..yaudah ntar gue anter sampe kaki bukit nyaa.."
emotikon shock
"emang dari tempat lo deket bray?"
"yaa lumayan lah 30 menitan klo lancarr.. " (padahal 40 menitan itu sudah ngebut bgt dia )
"klo gak slah nyampe puncaknya 3 jaman " lanjutnya
dst ..
seperti cerita bloger yang tidak ada maksud merepotkan kawanya begitupun saya. dan bener saja dia selalu nanyain saya " jadi nggak??, berangkat jam berapa?? sampe dimana?? jalanya lancar??' dan sederetan pertanyaan lainya. kadang saya sering berfikir "nih anak lebay banget responya,
"klo gw ke bandung gw harus ngabarin ke dia, kalau gw di bandung dia selalu nanya "Lo sama siapa"? nginep dimana?" "tunggu disitu ya nanti gw jemput" saking kesel nya kadang saya pengen bilang ke Si Bray " woiii emang di Bandung temen gue cuman Lo doang?? santai aja kaliii " hahahaha.. tapi saya mencoba berfikir positif mungkin itu bagian dari ungkapan perhatianya Si Bray ke sahabat nya
next ..
benar saja dia menjemput Saya di Cileunyi dan nganterin saya sampai ke batu kuda,
sebelum saya mulai tracking dia sibuk memeriksa bawaan saya lalu mempacking ulang sehingga bawaan yg tadi sedikit berantakan jadi tersusun lebih rapi
" Lo nanti pulang jam berapa??"
"paling agak sorean Bray"
"kabarin ya klo sudah mau pulang nanti gue jempt lagi"
"lahh ... Lo kan di rumah sedang ada Baby ?? "
" uda gak apa2 bisa ditinggal kok"
" ya uda lah terserah lo"
"kuat gak nih bawa nya??" tanya si Bray sambil mengangkat keril saya
" ya elah segini doang mosok gak kuat" pura2 meyakinkan si Bray padahal dalam hati berbisik "gue kuat gak ya" hehe ..
" ya uda ayo gue antar sampe atas situ"
more and more
seperti pepatah bilang "seringkali seorang teman jauh lebih dekat ketimbang saudara"
SEMOGA PERSAHABATAN KITA SAMPE KE AKHIRAT YO BRAYY
AAMIIN ...
Langganan:
Postingan (Atom)











