Minggu, 25 September 2016

Aku Cermin Shalatku ..

Judul diatas merupakan buah karya dari Ghufron Hasan
buku tersebut hanya kurang satu hari sudah saya selesaikan. dari penerbit REPUBLIKA dengan total halaman 174 .

beberapa tahun yang lalu sempat terbesit sebuah pertanyaan, banyak orang yang melakukan sholat (termasuk saya) bahkan bukan cuman sekedar yang fardu saja tapi juga sunnah nya baik yg muakkad atau ghoiru muakkad tapi kenapa masih suka melakukan maksiat??
bukan kah sudah jelas dalil nya  dari Q.S. Al-Ankabuut ayat 45 berbunyi 'Inna sholata tanha 'anil fahsa iwal munkar'. (sesungguh nya sholat itu bisa mencegah/menjauhi dari perbuatan yang keji dan munkar)??.
dan ternyata buku yg dibuat oleh alumnus IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini (sekarang menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Tangerang), sangat membantu untuk menemukan atas jawaban jawaban dari pertanyaan saya tadi.

ada 10 Bab yang dipaparkan dari buku tersebut 


Bab 1 .Aku dan Evolusi kesadaran .


menjelaskan tentang Fitrah manusia itu sendiri yang senantiasa ingin serba tahu dan akhirnya dari sebuah pembelajaran menjadi tahu.


Bab 2 Aku bertanya Tentang Sholatku. 


seperti "prolog" yg sdh saya singgung "kenpa kita melakukan sholat tapi masih suka maksiat?? istilah guyonanya adalah STMJ (sholat Terus Maksiat Jalan). dibagian ini penulis memaparkan mengenai penting nya "Ruh" pada sholat agar Sholat kita berdampak pada kehidupan sehari hari.


Bab 3 Adzan; Kerinduanku Terpanggil.


Ketika Adzan berkumandang Respon kita sebagai muslim sangat beragam, ada yg responsif dalam artian segera bergegas mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat tapi tidak banyak yang merespon biasa biasa saja dan cuek dengan rutinitas nya masing-masing dan bagi mereka yang menganggap sholat sebagai "ajang" aktifitas pertemuan antara Mahluk dg Sang Khaliknya maka Adzan merupan suatu senandung indah supaya Umat Muslimin segera bergegas memenuhi Rukun Islam kedua tersebut. dan bukankah Nabi sendiri pernah berkata dengan salah satu sahabatnya Bilal bin Rabah?? " Yaa Bilal Arihna Bi Shalaah"


Bab 4 Aku perangi malasku dengan Wudhu.


Wudhu merupakan aktifitas atau syarat sebelum melaksanakan shalat. karena wudhu merupakan hal yang tidak terpisahkan dari shalat maka sebelum melaksanakan kewajiban shalat hendaknya Musholi memperhatikan wudhu nya dan dimaknai sebagai pensucian jiwa sebelum menemui sang Khalik.


Bab 5 Bacaan Shalatku tak sekedar Ucapan.


karena setiap bacaan dalam sholat sangat bermakna sekali artinya bahkan beberapi dari rukun Qauli ini diambil dari bagian Alqur'an salah satu nya adalah Bacaan Suratul Fatihah.


Bab 6 Gerak Shalatku tak sekedar gerakan.


seperti halnya Bacaan shalat, gerakanya pun memiliki makna filosofi seperti Takhbiratul Ikhram disamping memiliki makna pengharaman hal hal didalam sholat seperti berbicara, makan dsb juga memiliki makna yang lebih dalam lagi yaitu  MENGHARAMKAN DETAKAN HATI UNTUK BERKELANA KE ALAM MATERI DAN LALAI AKAN ALLAH. makna rukuk merupan simbol penghormatan kepada Dzat yang maha Agung. dan makna dari sujud merupakan simbol kepatuhan tertinggi, sebab manusia dan kepala nya berada di posisi paling bawah,paling rendah dan hina,seperti kita sedang mencium kaki dalam kondisi kita sedang mengakui kebesaran orang lain dan menghinakan diri sendiri.


Bab 7 kekhusyuhanku;hujan turun karena Air yang menguap.

penulis menganalogikan sholat khusyu dengan hujan yang kurang lebih penjelasanya seperti berikut ini : Air hujan dibentuk dari gumpalan awan hasil dari air laut yang menguap. dari bumi naik ke langit, lalu turun kembali ke Bumi. sudah paham kan maksudnya?? hehe ..
di bab ini penuls juga memberikan tips agar bisa mendirikan sholat dengan khusyu salah satu nya yaitu dengan menerapkan sholat ala Nabi .

Bab 8 Kepasrahanku dalam sholat.


seperti hanya ibadah yang lain demikian pun dengan sholat yang memerlukan totalitas. makna "kepasrahan" disini menurut penulis yang sedikit saya bisa pahami adalah saat shalat hendaknya kita menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada sang khalik dan menghilangkan ke "aku' an diri yang bisa "membelenggu" diri Mushali entah berupa ingatan2 duniawi sehingga sholat menjadi tenang dan bisa kita "nikmati" .


Bab 9 Shalat telah kutunaikan,sajadah panjang membentang.


pada bab ini penulis lebih menekankan perbuatan manusia setelah menjalankan shalat "sajadah panjang" disini diartikan kita mengaplikasikan sholat kita baik dari makna dan filosofi ucapan sholat dan gerakanya kepada kehidupan sehari hari.


Bab 10 Sholatku, akhlak muliaku.


Akhlak mulia yang dimaksud disini terkait hubungan manusia dengan Allah (Tauhid dan Ubudiyah), hubungan manusia dengan diri sendiri,dan hubungan manusia dengan mahluk (malaikat,Jin,Manusia dan Alam). menurut penulis Shalat yang dilaksanakan dengan benar sesungguhnya membentuk ketiga akhlak (mulia) diatas
mengenai ketiga akhlak tersebut lebih detailnya bisa dibaca di pelajaran Akidah dan Akhlak.

kesimpulan.


Shalat merupakan cerminan diri kita. jika kita benar menjalankan shalat baik dari segi wudhu, gerakan dan ucapanya serta memaknai setiap rukun rukun sholat dan mengaplikasikan pada aktivitas sehari hari maka shalat yang kita laksanakan bukan sekedar ritual belaka melainkan spiritual yang tentunya ber efek kepada kemuliaan kepribadian kita. dan disinilah salah satu letak dari point "sholat dapan mencegah perbuatan yang keji dan munkar".


Wallahu A'lam

   
    

Tidak ada komentar:

Posting Komentar