Kamis, 29 September 2016



                                                 

                                         



                                              Hypnosis VS Diplomasi


Suatu pagi dalam perjalanan menuju warung tegal (Baca : Sarapan )
Sayaa dapat SMS yang kira – kira bunyinya seperti ini :
“Akh Antum tahu gak dengan N** ?? “ Tanya beliau
“ Nggak .. emang kenapa gitu Akh .. ? Saya balik nanya
(karena waktu itu Saya baru ada wacana hendak taaruf dengan sosok yang namanya barusan saya sensor )
“N** itu Akhwat yang memiliki kecerdasan di atas rata – rata “ Saya pikir apa yang mang Dede (lawan bicara saya) bilang barusan mengandung makna "N** orang yang pinter dengan prestasi segudang, Missal rangking kelas atau IPK nya diatas 3,6 alias cumlaude dan lain – lain"
“ N** punya ilmu hipnotis Akh .. jadi kalau Antum sekarang klepek – klepek itu karena N** sudah menggunakan ilmunya hehehehe .. “ ujarnya lagi ..
“ oke lah N** ahli dalam bidang tersebut tetapi Saya akan melawan dia dengan diplomasi!. “ Saya jawab sekenanya
“ kita lihat saja nanti siapa yang paling unggul Saya atau N** ?? “ Saya sedikit menantang.

Awalnya Saya pikir hypnosis adalah ilmu yang bisa mempengaruhi akal pikiran kita dengan kata – kata tertentu atau lebih tepatnya ‘mantra’.
Kenapa Saya bilang “ Saya akan melawan dengan diplomasi! “
Karena Ada ungkapan bahasa Arab yang berbunyi “ Al- bayanu Min As-sihri “
Yang arti letter leg nya ‘Al – bayan ‘ berarti penjelasan. dan kata ‘min’ disini kalau kita belajar bahasa arab mengandung arti ‘ba’dun’ alias sebagian. sedang kata ‘sihri’ berarti "Ilmu sihir"

Akan tetapi Saya mau mengartikanya lebih tepat lagi (menurut Saya mengenai ungkapan bahasa arab tadi) yaitu :
Suatu kata atau ungkapan yang berhasil (nyambung / komunikatif), bisa mempengaruhi lawan bicara kita supaya dia atau mereka mau / patuh dengan apa yang mereka pikirkan/perintahkan minimal meng ‘iya’ kan.  jadi kesimpulan Sayaa saat itu baik hypnosis atau diplomasi sama – sama memiliki kekuatan untuk mempengaruhi pikiran orang .

Minggu sore , 15 Mei 2011 Saya tidak sengaja mencari arti dari istilah "Meta program" yang merupakan salah satu istilah bahasa dalam NLP ( neuro leangguistic programming )
Pencarian Saya pun terhenti saat menemukan tulisan dari Mas Andrie Setiawan

Karena tulisan beliau cukup menarik Akhirnya sebagian ada yang Saya catat dan secara tak sengaja pula disamping tulisan tersebut ada foto beliau dalam jejaring social media (facebook) tak ragu Saya pun meng Add keesokan harinya pertemanan Saya pun diterima. seperti biasa jika Saya ingin mengenal seseorang maka Saya melacak dari foto – foto orang tersebut dengan demikian Saya akan memiliki gambaran seperti apa dunia (baca : lingkungan) dari orang tadi.

Saya pun mulai menemukan fakta – fakta tengtang beliau , ternyata Mas Andrie ini adalah seorang Trainer yang cukup sukses buktinya beliau acapkali mengisi acara di perusahaan asuransi jiwa terkenal ‘Prudential’ , pandangan Saya pun terhenti saat beliau memegang buku yang berjudul “ Komunikasi dahsyat dengan Hipnosis” dengan tulisan pojok bawah kiri “Andrie Setiawan , Spd,MM,CHt “ dalam hati Saya berguman “Ooo.. ternyata "teman baru" Saya sekarang di samping Trainer juga penulis buku juga toh ?? “

Saya pun mulai membaca  status - status Mas Andrie. luar biasa .. kata – kata beliau begitu dalam dan sangat Inspiratif

Keesokan harinya Saya ke Gramedia untuk membeli buku karya beliau setelah Saya baca ternyata pengertian Ilmu Hipnosis versi beliau adalah “komunikasi dan setiap komunikasi yang berhasil adalah hypnosis “ Saya pun langsung menyimpulkan.
Oooo .. ternyata apa yang ada di benak Saya selama ini bener toh .. “Hypnosis dan Diplomasi memiliki kekuatan yang sama atau mengandung Arti yang gak berbeda.
Subhanallah .... inilah enak nya klo otak kita di fungsikan untuk menganalisa hasilnya tanpa sekolah pun dengan sendirinya kita akan pintar secara Alami , Maksud Lo? Hehe ..

Belakangan ini pun Saya lagi getol mengasah mutu komunikasi Saya , kadang Saya bisa membuat lawan bicara tertarik, tertawa atau tersulut atau juga terpojok.

Kalau Saya tidak punya kesempatam untuk komunikasi dengan orang, pelarianya  menuangkanya dalam bentuk tulisan. Saya mencoba untuk bertanya , berfikir dan menyimpulkan kejadian – kejadian yang Saya temui hasilnya adalah tulisan yang sedang Anda baca ini.

So … Ada yang berminat mempelajari Ilmu hypnosis ??



Jakarta , Jumat 20 Mei  2011
                                          




                                                    Berguru Pada Nabi Isa

Saya yakin anda semua sudah mengenal sedikit atau banyak sosok Nabi yang satu ini
Si putera Maryam dengan kuasa Allah bisa lahir kedunia tanpa seorang Ayah

Nabi urutan ke 24 yang wajib di ketahui oleh orang yang beriman
Dengan memiliki seabrek mukjizat diantaranya :
Bisa berbicara kala beliau masih bayi, menyembuhkan penyakit yang mematikan ‘kusta’
Juga bisa menghidupkan orang yang sudah mati

Karena mukjizat yang luar biasa Ini lantas kaum Nasrani mengkultuskan beliau sebagai Tuhan    

Baiklah Saya akan menceritakan ajaran Agung beliau
                                     
Nabi Isa as. Waktu melakukan rihlah (perjalanan) dengan para muridnya pernah menemukan bangkai seekor anjing. Para muridnya pun sontak menutup hidung sambil menunjukan rasa jijiknya . namun Sang Nabi tersenyum dan berkata “coba lihat,betapa putih giginya!”

Oke..  mulia nian risalah dari kemenakan Nabi Yahya ini .. kalau kita renungkan lagi mata kita fungsinya sebagai media (pintu masuk) pertama informasi kemudian informasi tersebut ditranfer sekaligus hati kita yang menyikapinya

Contoh : misalnya ada orang yang menderita sakit kusta jika mata kita hanya fokus pada penyakit tersebut maka anak alay bilang ‘jijai bajai’ (jijik pisan -Red)

Tetapi jika mata kita memandang dari sisi manusiawi nya maka hati kita akan SIMPATI plus MENTARI sekalian XL ,IM3 and AXIS jangan lupa 3 dan kartu AS nya juga heheheh…

Demikianlah , jika mata kita dapat kita kendalikan untuk melihat kejadian- kejadian dari sisi – sisi positifnya saja maka hati kita pun akan jauh dari perasaan negative alias suudzhon.


Jakarta, 5 Mei 2011


Minggu, 25 September 2016

Aku Cermin Shalatku ..

Judul diatas merupakan buah karya dari Ghufron Hasan
buku tersebut hanya kurang satu hari sudah saya selesaikan. dari penerbit REPUBLIKA dengan total halaman 174 .

beberapa tahun yang lalu sempat terbesit sebuah pertanyaan, banyak orang yang melakukan sholat (termasuk saya) bahkan bukan cuman sekedar yang fardu saja tapi juga sunnah nya baik yg muakkad atau ghoiru muakkad tapi kenapa masih suka melakukan maksiat??
bukan kah sudah jelas dalil nya  dari Q.S. Al-Ankabuut ayat 45 berbunyi 'Inna sholata tanha 'anil fahsa iwal munkar'. (sesungguh nya sholat itu bisa mencegah/menjauhi dari perbuatan yang keji dan munkar)??.
dan ternyata buku yg dibuat oleh alumnus IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini (sekarang menjadi Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Tangerang), sangat membantu untuk menemukan atas jawaban jawaban dari pertanyaan saya tadi.

ada 10 Bab yang dipaparkan dari buku tersebut 


Bab 1 .Aku dan Evolusi kesadaran .


menjelaskan tentang Fitrah manusia itu sendiri yang senantiasa ingin serba tahu dan akhirnya dari sebuah pembelajaran menjadi tahu.


Bab 2 Aku bertanya Tentang Sholatku. 


seperti "prolog" yg sdh saya singgung "kenpa kita melakukan sholat tapi masih suka maksiat?? istilah guyonanya adalah STMJ (sholat Terus Maksiat Jalan). dibagian ini penulis memaparkan mengenai penting nya "Ruh" pada sholat agar Sholat kita berdampak pada kehidupan sehari hari.


Bab 3 Adzan; Kerinduanku Terpanggil.


Ketika Adzan berkumandang Respon kita sebagai muslim sangat beragam, ada yg responsif dalam artian segera bergegas mengambil air wudhu untuk menunaikan sholat tapi tidak banyak yang merespon biasa biasa saja dan cuek dengan rutinitas nya masing-masing dan bagi mereka yang menganggap sholat sebagai "ajang" aktifitas pertemuan antara Mahluk dg Sang Khaliknya maka Adzan merupan suatu senandung indah supaya Umat Muslimin segera bergegas memenuhi Rukun Islam kedua tersebut. dan bukankah Nabi sendiri pernah berkata dengan salah satu sahabatnya Bilal bin Rabah?? " Yaa Bilal Arihna Bi Shalaah"


Bab 4 Aku perangi malasku dengan Wudhu.


Wudhu merupakan aktifitas atau syarat sebelum melaksanakan shalat. karena wudhu merupakan hal yang tidak terpisahkan dari shalat maka sebelum melaksanakan kewajiban shalat hendaknya Musholi memperhatikan wudhu nya dan dimaknai sebagai pensucian jiwa sebelum menemui sang Khalik.


Bab 5 Bacaan Shalatku tak sekedar Ucapan.


karena setiap bacaan dalam sholat sangat bermakna sekali artinya bahkan beberapi dari rukun Qauli ini diambil dari bagian Alqur'an salah satu nya adalah Bacaan Suratul Fatihah.


Bab 6 Gerak Shalatku tak sekedar gerakan.


seperti halnya Bacaan shalat, gerakanya pun memiliki makna filosofi seperti Takhbiratul Ikhram disamping memiliki makna pengharaman hal hal didalam sholat seperti berbicara, makan dsb juga memiliki makna yang lebih dalam lagi yaitu  MENGHARAMKAN DETAKAN HATI UNTUK BERKELANA KE ALAM MATERI DAN LALAI AKAN ALLAH. makna rukuk merupan simbol penghormatan kepada Dzat yang maha Agung. dan makna dari sujud merupakan simbol kepatuhan tertinggi, sebab manusia dan kepala nya berada di posisi paling bawah,paling rendah dan hina,seperti kita sedang mencium kaki dalam kondisi kita sedang mengakui kebesaran orang lain dan menghinakan diri sendiri.


Bab 7 kekhusyuhanku;hujan turun karena Air yang menguap.

penulis menganalogikan sholat khusyu dengan hujan yang kurang lebih penjelasanya seperti berikut ini : Air hujan dibentuk dari gumpalan awan hasil dari air laut yang menguap. dari bumi naik ke langit, lalu turun kembali ke Bumi. sudah paham kan maksudnya?? hehe ..
di bab ini penuls juga memberikan tips agar bisa mendirikan sholat dengan khusyu salah satu nya yaitu dengan menerapkan sholat ala Nabi .

Bab 8 Kepasrahanku dalam sholat.


seperti hanya ibadah yang lain demikian pun dengan sholat yang memerlukan totalitas. makna "kepasrahan" disini menurut penulis yang sedikit saya bisa pahami adalah saat shalat hendaknya kita menyerahkan diri kita sepenuhnya kepada sang khalik dan menghilangkan ke "aku' an diri yang bisa "membelenggu" diri Mushali entah berupa ingatan2 duniawi sehingga sholat menjadi tenang dan bisa kita "nikmati" .


Bab 9 Shalat telah kutunaikan,sajadah panjang membentang.


pada bab ini penulis lebih menekankan perbuatan manusia setelah menjalankan shalat "sajadah panjang" disini diartikan kita mengaplikasikan sholat kita baik dari makna dan filosofi ucapan sholat dan gerakanya kepada kehidupan sehari hari.


Bab 10 Sholatku, akhlak muliaku.


Akhlak mulia yang dimaksud disini terkait hubungan manusia dengan Allah (Tauhid dan Ubudiyah), hubungan manusia dengan diri sendiri,dan hubungan manusia dengan mahluk (malaikat,Jin,Manusia dan Alam). menurut penulis Shalat yang dilaksanakan dengan benar sesungguhnya membentuk ketiga akhlak (mulia) diatas
mengenai ketiga akhlak tersebut lebih detailnya bisa dibaca di pelajaran Akidah dan Akhlak.

kesimpulan.


Shalat merupakan cerminan diri kita. jika kita benar menjalankan shalat baik dari segi wudhu, gerakan dan ucapanya serta memaknai setiap rukun rukun sholat dan mengaplikasikan pada aktivitas sehari hari maka shalat yang kita laksanakan bukan sekedar ritual belaka melainkan spiritual yang tentunya ber efek kepada kemuliaan kepribadian kita. dan disinilah salah satu letak dari point "sholat dapan mencegah perbuatan yang keji dan munkar".


Wallahu A'lam